cara memilih penceramah

Pengalaman adalah sesuatu yang berharga, kadang kita tidak sadar bahwa kita sudah terbawa arus kesebuah perilaku tertentu dikarenakan kita sering dan berulang-ulang mendengar apa yang dikatakan seseorang, melihat cara dan gaya seseorang. Oleh karena itu saya rasa perlu membuat sebuah batasan umum, khususnya jika kita akan mengundang penceramah untuk membagikan ilmunya dilingkungan kita, dan berikut saya coba memberikan batasan yang saya sebut dengan 5 JANGAN :

  1. JANGAN MEMPERBANDINGKAN DIRI
    Seorang penceramah tidaklah etis memperbandingkan antara dirinya dengan penceramah lain saat berceramah, bahwa dirinya lebih pintar dari ustad lain, lebih banyak ilmunya dan sejenisnya
  2. JANGAN MENYEBUTKAN NAMA SESEORANG UNTUK DIHINA
    Seorang penceramah tidaklah etis jika menyebutkan nama seseorang untuk dihujat, dijelek-jelekkan, dan sejenisnya saat berceramah, kecuali apa yang telah disebutkan dalam Al Quran dan Hadits seperti Qorun, Abu Lahab, Amr bin Luhay dan lain-lain
  3. JANGAN BAHAS PERBEDAAN
    Seorang penceramah tidaklah etis menonjolkan perbedaan-perbedaan alim ulama dan imam besar terdahulu dan menyampaikannya secara tidak proporsional, sehingga membuat jamaah bertambah bingung dan memikirkan perbedaannya saja yang sama sekali tidak ada manfaatnya
  4. JANGAN MENCELA
    Seorang penceramah tidaklah etis jika mencela, menjatuhkan jamaah
  5. JANGAN USIK ADAT SETEMPAT
    Seorang penceramah harus mengerti “al adatu muhakamatun” adat jadi pertimbangan hukum sejauh adat itu tidak haram seperti musyrik atau melanggar syariat yang hakiki.

Lalu bagaimana cara melihat profile mereka? di youtube banyak sekali penceramah yang bagus yang masuk kedalam kriteria tersebut, silahkan lihat dan hubungi penceramah tersebut melalui panitia masjid atau taklim yang upload atau biasanya penceramah memberikan nomor kontaknya sendiri